ini sedikit pengetahuan gue tentang kopi yang diambil dari forum tetangga.

Ada dua jenis utama kopi ………. Arabica klo ‘ga salah garis belahan nya lurus dan Robusta belahan nya rada kaya letter S!!!
jenis kopi ini emang sudah dari sononya, karena emang pohonnya beda. kopi arabica hanya bisa hidup di dataran tinggi (sekitar 1500m di atas laut kalo ngak salah), dan robusta yang bisa hidup di dataran yang lebih rendah.

kopi robusta tuh mempunya ciri khas rasanya yang kuat. trus, ninggalin rasa sepet- sepet pait di tenggorokan. kopi ini yang selalu di identikan sebagai kopi keras. karena emang rasanya dan aromanya yang kuat. karena bisa hidup di dataran yang lebih rendah, maka harganya pun lebih murah. karena perkebunannya lebih murah perawatannya.

kopi arabica (kalo ngak salah, asalnya dari daerah arab. makanya di namain arabic), mempunya rasa dan aroma yang lebih lembut. kopi ini ngak ninggalin rasa sepet pait. dan harganya biasanya sih lebih mahal.

ada juga yang namanya kopi luwak. kalo ini mah bener2 langka dan mahal (kopi luwak yang asli). karena kopi ini emang bener2 kopi pilihan. luwak adalah binatang malem semacam cerpelai (tupai… chipmunk) yang merupakan hewan omnivora. seperti kita, dia makan daging dan makan tumbuhan.
kalo ada kopi, dia akan memilih biji2 kopi yang benar2 matang, untuk dimakannya. akan tetapi, kopi yang dia makan hanya bisa di makan daging buahnya saja. biji kopinya tidak bisa dia cerna. biji kopi yang keluar dari kotorannya, dikumpulkan, dicuci bersih, di jemur, di panggang trus, digiling.
karena dia makan kopi yang benar2 matang, maka biji kopi yang menjadi kopi luwak ini benar2 pilihan. jangan ngebayangin asalnya kopi ini. tapi coba tutup mata, dan rasakan nikmatnya kopi ini…. hmm…
tentu saja, karena kopi ini hanya ada bila ada luwak…. ya elo ngak bisa cari kopi ini di rak2 supermarket.

struktur tanah pun mempengaruhi rasa dan aroma kopi. ada macam2 kopi menurut asalnya. di indo kopi2 yang terkenal adalah kopi lampung, kopi jawa, dan kopi toraja. kopi jawa dan toraja malah lebih terkenal di kalangan pecinta kopi gourmet di luar negeri.

gue pribadi ngak bisa ngebedain kopi mana asalnya dari mana. tapi, kalo kopi toraja, rasanya gue bisa kenalin. lembut banget… sedikit sepet pait, cukup untuk memberikan kesan kuat di kopi. hmm….

Kopi enak ato tidak,tergantung dr keahlian ROASTER disamping jenis,tempat penanaman cara pemetikan,pengeringan..disamping itu juga cara menyedunya….klo air kepanasan ato tekanan mesin ketinggian kopi nya angus alias jadi pahit…..dan sebaliknya klo kerendahan kurang aroma karena minyak kopi nya(crema) ‘ga keluar semua…..patokan utk minum kopi di Cafe…klo gelas nya ‘ga bisa dipegang pake tangan berarti kopinya udah kepanasan……disamping berapa banyak crema,biasanya kamu bisa liat dipinggiran gelas ada kaya lendir….makin tinggi lendir dr permukaan kopi makin enak

penyajian kopi yang baik menyeduhnya dengan air yang amat panas (100 C). dengan demikian, semua sari kopi bisa keluar dari bubuk bijinya. dan kalo diperhatikan, kopi juga mengeluarkan semacam minyak. ini biasanya sih banyak di kopi robusta.

Jadi biar bagaimana enak top nya itu kopi klo ‘ga bisa nyedu nya jadi ruin….di LN jago nyedu kopi gajinya gede.

Kopi jarang yg dibuat dr satu jenis aja….biasanya selalu kombinasi antara Arabica dan Robusta…..selain cost factor juga utk menambah rasa….yg enak biasanya lebih banyak Arabica ato pure Arabica…dan tentu biasanya lebih mahal!!!

espreso adalah kopi hitam yang asalnya dari itali, yang dibuatnya harus menggunakan air bersuhu lebih tinggi dari 100 C. air ini didapat dari memanaskan air di tempat yang bertekanan tinggi. trus, air panas ini dialirkan ke bubuk kopi yang ditaro di saringan kopi. jadi, air panas hanya lewat kopi untuk mengeluarkan rasa dan aroma kopi tanpa harus membawa ampas kopinya.
kalo kagak ada alatnya, pake cara kuno, panaskan air di panci kecil,
siapkan saringan kertas yg sudah di isi dengan kopi, kira-2 3 sendok makan, tuang air ke dalam saringan tersebut pake sendok besar( sendok sayur) kira-2 2 sendok, biarkan air kopi menetes ( buang airnya ) baru sendok yg ke 3 dan seterusnya di tampung di gelas kecil ( biasa untuk minum espresso ) ato cangkir.

Nah jadi kalau mau buat kopi rasa apa saja ( terserah campurannya apa) dasarnya itu espresso.
gua kasih contoh yg umum ada di cafe-2 :
latte adalah kopi susu. komposisinya kopi espreso 1/2 cangkir + susu (yang sudah diuapkan sehingga lebih creamy) 1/2 cangkir. terkadang dikasi bubuk cocoa ato kayu manis di atasnya.

capucinno adalah kopi susu juga (dasarnya dari latte). komposisinya, kopi espreso 1/3 cangkir + susu 1/3 cangkir + busa susu 1/3 cangkir. juga biasanya dikasi bubuk cocoa ato kayu manis di atasnya.

ada lagi dari Starbuck coffee
Frappuccino
1/2 cangkir espresso
2 1/2 cangkir susu lowfat (2 percent)
1/4 cangkir granulated sugar
1 sendok makan dry pectin ( ada di super market )

campur semua bahan di gelas shake, kocok sampe nyampur semua.
pindahkan ke gelas, terus diminum ….

selamat mencoba resep diatas …..

Mengelola stasiun radio gampang-gampang usah kata sahabat saya yang saat ini masih sibuk dengan urusan siaran radionya. Tapi satu hal yang saya catat sebagai sesuatu yang paling penting dalam bisnis radio yaitu Positioning.

Melalui positioning, kita dapat mengenal dan akrab dengan sebuah stasiun radio sebagai stasiun radio apa. Karena positioning itu akan menunjukan jati diri radio atau format programnya kepada para pendengar setia, seperti Radio Dangdut, Radio Wanita Karier, Radio Classic Rock, Radio Pop Indonesia, Radio Jazz, Radio Humor, Radio Berita dan lain sebagainya.

Positioning memberi warna yang beragam bagi banyak stasiun radio. Bayangkan jika semua stasiun radio memiliki format siaran yang sama. Dangdut semua, Berita semua atau Campuran semua?! Wah, mau jadi apa masyarakat pendengar radio di tanah air ya? Tentu selain akan timbul kejenuhan, kreatifitas dalam merebutkan kue iklan menjadi terbatas.

Dengan positioning, semua radio dapat mengangkat keunggulan dari masing-masing posisi yang dipilihnya. Ada yang berdasarkan genre musik, usia, jenis kelamin, golongan pekerjaan dan lain-lain. Paling tidak, melalui salah satu stasiun radio tersebut akan terdapat sekumpulan orang yang bisa dipertimbangkan untuk berpromosinya suatu produk tertentu. Tergantung dari daya beli kelompok orang tersebut.

Melalui sahabat saya yang masih aktif mengelola stasiun radio saat ini, saya mengentahui bahwa di Indonesia positioning radio lebih variatif dari pada negara lain. Format siaran radio disini sangat kental dengan budaya yang berkembang. Hidup Radio Indonesia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.